Membenahi Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Secara Menyeluruh

sumber:kompas

Regulasi Pembangunan Manusia Perlu Dipertajam

JAKARTA, KOMPAS — Indeks Pembangunan Manusia Indonesia meningkat meski lambat. Namun, ketimpangan pembangunan antarkelompok jender dan daerah menjadi tantangan. Karena itu, kebijakan anggaran perlu dipertajam untuk mendorong sektor terkait indikator indeks tersebut.

“IPM Indonesia 2015 hanya kurang 0,011 untuk masuk kelompok negara dengan pembangunan manusia tinggi,” kata Staf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bidang Kependudukan Sonny Harry B Harmadi, di Jakarta, Senin (27/3).

Berdasarkan Laporan Pembangunan Manusia (“Human Development Report”) 2016 dipublikasikan Program Pembangunan PBB (UNDP), Rabu (22/3), IPM Indonesia 2015 di urutan 113 dari 188 atau sama dengan posisi 2014 dengan metode penghitungan sama. Dengan metode penghitungan berbeda, posisi IPM Indonesia 2014 mencapai 110.

IPM ialah alat pengukur mutu manusia dengan indikator pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Nilai IPM Indonesia 2015 sebesar 0,689 dan masuk kelompok negara dengan pembangunan manusia menengah. Agar jadi negara dengan pembangunan manusia tinggi, Indonesia butuh nilai IPM minimal 0,700.

Jadi, IPM Indonesia 1990- 2015 naik 1,07 persen. Kenaikan itu lebih tinggi dibandingkan negara sekawasan ber-IPM tinggi, seperti Singapura (1,02 persen), Malaysia (0,83), Korea Selatan (0,84), dan Thailand (1,02).

Negara dengan IPM naik pesat ialah China, yakni 1,57 persen. Pada 1990-2000, IPM China di bawah Indonesia. Sejak 2010, IPM China naik tinggi. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan investasi pembangunan manusia tepat jadi kunci. “China melakukan banyak hal demi tingkatkan mutu SDM,” kata Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Fasli Jalal.

Dokter pedesaan

China menyebar 200.000 dokter pedesaan (barefoot doctor) pada 1957. Dokter pedesaan itu ialah petani atau warga di daerah terpencil yang dilatih khusus, 3-12 bulan. Tugas mereka ialah promosi dan pencegahan penyakit, layanan kesehatan dasar, dan program keluarga berencana. Kualifikasi dokter pedesaan terus ditingkatkan (WHO, 2008).

Menurut Sonny, indikator IPM Indonesia yang sulit ditingkatkan ialah rata-rata lama sekolah masih 7,9 tahun. Indikator itu bisa naik jika anak-anak hasil program wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun berusia 25 tahun.

Sementara capaian indikator sektor kesehatan terkendala, antara lain, tingginya angka anak balita pendek atau stunting. “Sepertiga anak balita satu dekade terakhir stunting,” kata Fasli.

Anak balita pendek menghambat perkembangan otaknya. Di masa depan, mereka rentan penyakit degeneratif dan produktivitasnya rendah. Buruknya gizi anak balita meningkatkan risiko kematian, bayi dan anak balita, ibu hamil, dan kematian orang dewasa akibat berbagai penyakit degeneratif.

Untuk indikator kemiskinan, meski pendapatan nasional bruto per kapita naik hingga 10.053 dollar AS, setara Rp 133,7 juta, tetapi itu baru dirasakan sebagian kecil warga. Lebih dari 140 juta warga Indonesia berpendapatan kurang dari Rp 20.000 per hari. “Wilayah kepulauan luas, jumlah penduduk besar, dan ketimpangan jender kuat membuat pertumbuhan ekonomi tinggi belum terkait pemerataan ekonomi,” ucapnya. Untuk meningkatkan IPM Indonesia, pemerintah perlu mempertajam penganggaran negara agar tepat sasaran dan fokus mendongkrak sektor terkait indikator IPM. (MZW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s