Jangan Dimakan dulu Marshmallownya!

Joachim de Pasoda membuat suatu experimen yang menggetarkan tentang self discipline dan delay gratification. Experimen yang dilakukan di Stanford dan Colombia ini adalah memasukan seorang anak secara terpisah. Dan kemudian dia diberi sebuah marshmallow. Kemudian dengan masing-masing anak itu dijanjikan apabila mereka tidak memakan marshmellow itu selama 15 menit mereka akan mendapatkan lebih banyak marshmallow.

Riset yang di adakan di Stanford dan Colombia

Joachim de Pasoda

Bagaimana sebuah Marshmallow kecil bisa memperkirakan sukses tidaknya seseorang di beberapa tahun kedepan

Joachim de Pasoda membuat suatu experimen yang menggetarkan tentang self discipline dan delay gratification. Experimen yang dilakukan ini adalah memasukan seorang anak secara terpisah. Dan kemudian dia diberi sebuah marshmallow. Kemudian dengan masing-masing anak itu dijanjikan apabila mereka tidak memakan marshmallow itu selama 15 menit mereka akan mendapatkan lebih banyak marshmallow.

Dari hasil experimen itu ternyata dua pertiga dari anak-anak tersebut melahap habis. Hanya sepertiga lainya yang berjuang dan berusaha menahan dirinya untuk tidak memakan godaan yang ada didepannya. Dan setelah beberapa belas tahun kemudian saat anak-anak tersebut menginjak remaja, prestasi mereka dipantau. Prestasi akademis mereka, hubungan profesional, hubungan pribadi dan rencana hidup mereka.

Hasilnya,100% dari anak-anak yang tidak melahap marshmallow mereka saat kecil itu mencapi prestasi yang baik. Sebaliknya sebagian besar dari anak-anak yang melahap marshmallow tersebut, mengalami kesulitan dalam masa tumbuh kembang mereka. Bermasalah akademis, hubungan dengan orang tua, teman dan peraturan.

Hal ini menunjukan bahwa salah satu kualitas penting untuk diajarkan sedari kecil adalah kemampuan untuk berdisiplin diri dan menunda kesenangan. Hal itu juga seperti yang diajarkan Kiyosaki dalam buku-bukunya.

Karena dengan menunda kesenangan itu, kita berhak mendapatkan lebih dari orang lain. Dan karena pengorbanan itu kita berhak untuk mendapatkan penghargaan dari yang lain. Suatu konsep sosial yang secara harmonis mengatur keseimbangan masyarakat dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s