Belajar Mendengar dan Membaca

Satu artikel dari HBR November menceritakan pengalaman seorang manajer pengadaan tentang nasehat berharga yang didapatkan dari atasannya; “Cobalah untuk mendengar”. Karena dari situ akhirnya kita bisa tahu apa yang diinginkan konsumen, pengalaman yang dialami oleh penjaga toko, kendala yang dialami penjaga stok barang. Dan semua itu adalah masukan yang baik untuk memahami kondisi market yang sedang kita hadapi. Pemahaman & pengalaman (insight) yang mendalam terhadap sesuatu yang sedang kita hadapi itu bisa menjadi modal yang kuat untuk memberikan solusi terbaik untuk konsumen kita.

 

Belajar dari seorang Alumni senior waktu jaman kuliah. Dia bilang kalo kita harus rajin-rajin membaca, beliau menyebutnya Iqro. Disini maksudnya membaca dalam arti seluas-luasnya. Mendengar, mengamati, mengeksplorasi. Dan kearifan itu yang secara alami dimiliki oleh orang-orang hebat diseluruh dunia. Kearifan yang membawa insight terhadap dunia yang sedang dihadapi.

Ada satu pengalaman yang menarik juga yang kupelajari saat menonton beberapa episode The Apprentice. Di reality shownya si Donald Trump ini diceritain bahwa ada satu team yang diawal-awal pengerjaan misi mereka, mereka selalu turun kelapangan nanyain semua orang, ngamatin perilaku konsumenya, ngamatin petugasnya, semuanya, mereka berusaha “mendengar dan melihat” semuanya. Dan aku pikir itu adalah sebuah investasi waktu dan tenaga yang berharga. Dan terbukti team itu lebih sering mengungguli team lawan yang lebih mengandalkan naluri dan subyektifitas sendiri.

Advertisements

3 thoughts on “Belajar Mendengar dan Membaca

  1. Putri Sarinande says:

    aaah, jadi ingat lirik lagu KORN (open up) :
    you breath in but can’t breath out…

    kebanyakan membaca bikin mati jika tidak bisa membaca diri (kata si germo :D) keknyah, kutipan catutanku ituh cocog ama si lirik lagu 😀 tapi, bagian mendengarkan ini perlu juga keknyah : mendengarkan diri sendiri *gyahaha*

    soal’e sayah jadi ingat sebuah kalimah (mbuh sapa yg ngemeng) bahwa manusia tercipta dengan dua telinga dan satu mulut agar bisa mendengarkan lebih banyak dariapda berbicara… (mendengarkan suara alam, halakh…alam penyanyi, kalle… :D)

    selamat mendengarkan kalok begitu

  2. gitong says:

    betul perbanyak mendengar karena disana kamu akan dimengerti orang, tanpa kamu harus banyak berkata.

    Btw, sebelum ada Alam, Allah menciptakan apa ya?

  3. Putri Sarinande says:

    entahlah… apa yang Ia (sekali ini, saya menggunakan hurup kapital) ciptakan memang sebelum Alam. Alam Mbah Dukun? gampaaang, pasti orangtua si Alam yang diciptakan duluan 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s